Jumat, 26 Oktober 2012

Kotak Hitam itu Apa Sih?


 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pernahkah kalian mendengar atau melihat berita mengenai kecelakaan pesawat terbang? Saat kecelakaan pesawat terbang, selain para korban, ada sebuah benda yang selalu dicari. Benda tersebut bernama kotak hitam/black box. Sebenarnya, apa sih kotak hitam itu? Dan kenapa kotak kecil itu sangat penting untuk ditemukan ketika terjadi kecelakaan? Yuk kita cari tau.
Kotak hitam sebenarnya merupakan istilah umum untuk alat perekam pesawat komersial. Kotak hitam atau black box adalah sekumpulan alat yang digunakan pada pesawat terbang untuk menyimpan semua data aktivitas selama penerbangan. Data tersebut dibutuhkan oleh para penyelidik dalam mengungkap penyebab sebuah kecelakaan penerbangan.

Awalnya alat pencatat kegiatan pesawat ini berupa alat pencatat putaran baling-baling yang diciptakan oleh pencipta pesawat terbang, yaitu Wright Bersaudara pada tahun 1900-an. Barulah 50 tahun kemudian kotak hitam pertama kali diciptakan oleh Dr David Warren asal Australia.

Dalam perkembangannya, kotak hitam ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu FDR (Flight Data Recorder) dan CVR (cockpit Voice Recorder). Flight Data Recorder (FDR) mencatat berbagai parameter yang terkait dengan operasi dan karakteristik penerbangan pesawat seperti percepatan, kecepatan, ketinggian, posisi kontrol kokpit, termometer, pengukur mesin, aliran bahan bakar, permukaan atur posisi, status autopilot, beralih posisi, dan berbagai parameter lainnya. Sedangkan Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam suara awak pesawat, suara mesin, dan bunyi lainnya di kokpit.

 Baik FDR dan CVR, keduanya dapat merekam hingga 700 parameter penerbangan seperti waktu terbang, tekanan udara, ketinggian, kecepatan angin, keseimbangan horizontal, arah kompas, dan sebagainya. Juga dapat merekam pembicaraan pilot selama 25 jam terakhir. Data-data, FDR dan CVR disimpan pada Memory Boards yang terdapat pada Crash Survivability Memory Unit (CSMU) yang berlapis-lapis. Masing-masing lapisan terdiri dari aluminium tipis, silika, dan baja tahan karat atau juga titanium, yang amat kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi ekstrim.

Beberapa hal yang harus mampu ditahan oleh CSMU di antaranya, Crash Impact yang harus mampu menahan benturan sampai 3.400 G (gaya tarik bumi), Static Crush mampu menahan beban seberat 5.000 lb (2.500 kg) selama 5 menit pada semua sumbunya. Fire Test mampu bertahan pada suhu 2.0000 F (1.1000 derajat celcius) selama satu jam, mampu bertahan di kedalaman laut selama 30 hari, berbagai macam bahan kimia, dan sebagainya.

 Kotak hitam disimpan di bagian ekor pesawat, tempat yang diduga paling aman jika pesawat mengalami kecelakaan. Karena seringkali ekor pesawat lebih utuh kondisinya pada saat terjadi kecelakaan dibandingkan bagian depan, sehingga akan lebih melindungi keutuhan kotak hitam. Kotak hitam yang lebih modern memiliki kemampuan self-eject serta mudah dideteksi oleh SONAR atau RADAR.

Untuk memudahkan pencariannya, terutama pencarian di bawah air, kotak hitam dilengkapi pula dengan Underwater Locator Beacon yang kerjanya adalah ketika terguncang karena benturan, alat ini akan terus-menerus memancarkan perekam ultrasonik dan sinyal yang dapat mencapai permukaan dari kedalaman 14.000 ft. Sinyal inilah yang bisa ditangkap radar untuk menunjukkan lokasi pesawat. Namun kekuatan sinyal terbatas, biasanya sampai seminggu sebelum menghilang.

Saat kecelakaan terjadi dan kotak hitam ditemukan, maka kotak itu segera di kirim ke organisasi yang netral (bukan bagian dari perusahaan pesawat yang terkena musibah) untuk dilakukan "pembacaan" dan analisa. Untuk dapat dianalisis, data dan FDR dan CVR dibaca dengan menggunakan peralatan dan piranti lunak khusus. Pembacaan dan analisa yang mendalam membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan lebih lama lagi.

Oh iya, walaupun dinamakan kotak hitam tetapi sesungguhnya kotak tersebut tidak berwarna hitam loh, melainkan berwarna jingga/oranye. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian jika pesawat itu mengalami kecelakaan. 

SUMBER