Sabtu, 21 Juli 2012

Wah, Ternyata Kini Telur Lebih Bernutrisi Dibandingkan 30 Tahun Lalu!


Wah, Ternyata Kini Telur Lebih Bernutrisi Dibandingkan 30 Tahun Lalu!
Telur merupakan sumber pangan bernutrisi. Dari sebuah penelitian terungkap bahwa telur lebih bernutrisi dibandingkan 30 tahun silam. Kini telur lebih rendah lemak, rendah kolesterol, dan kalori, tetapi telur juga mengandung lebih banyak vitamin D.

Sebuah penelitian besar yang didanai oleh Departemen Kesehatan Inggris, menemukan bahwa telur yang rata-rata berukuran sedang, kini memiliki hampir 25% lebih sedikit lemak jenuh daripada tahun 1980-an. Hal ini berkaitan erat dengan resiko penyakit jantung.

Telur tersebut mempunyai berat 1,3 gram, bukan 1,7 gram. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa telur mengandung 177 mikrogram kolesterol, zat yang menyumbat arteri. Berkurang lebih dari 10% dari yang pernah dicatatat sebelumnya yaitu 202 mikrogram. Kini telur memiliki kalori yang lebih sedikit dari yang diperkirakan, yaitu 66 kalori dalam telur berukuran sedang, bukan 78 kalori.

Selanjutnya para ilmuan menyatakan bahwa kini telur mengandung hampir dua kali lipat jumlah vitamin D. Vitamin D sangat penting untuk melindungi tulang dan mencegah rakhitis, suatu kondisi yang menyebabkan kelainan bentuk tulang pada anak muda.

Namun pada awal tahun ini, Dame Sally Davies sebagai kepala medis, mengingatkan bahwa banyak orang-orang yang tidak mendapatkan vitamin D yang cukup. Kasus rakhitis sendiri telah meningkat lima kali lipat sejak tahun 1997.



Sebutir telur berukuran sedang, mengandung 1,6 mikrogram vitamin D dibandingkan pada tahun 1980 yang hanya 0,9 mikrogram. Merupakan dua pertiga dari jumlah yang disarankan sehari-hari. “Penemuan yang sangat menolong. Dari bukti terkumpul didapati bahwa kekurangan vitamin D dapat menjadi faktor risiko sejumlah penyakit kronis,” ujar Cath MacDonald, seorang ahli gizi seperti dikutip Daily Mail.

Para ilmuan dari Institute of Food Research percaya bahwa saat ini telur menjadi lebih sehat, terutama karena pakan yang diberikan kepada ayam telah berubah. Sejak tahun 1980-an, ayam telah diberi pakan campuran gandum, minyak jagung, sayuran, dan pakan berprotein tinggi yang telah diformulasi, bukan daging dan tulang.

Hal ini berarti telur memiliki lebih sedikit lemak jenuh dan kolesterol. Pakan yang baru juga membantu ayam-ayam tersebut untuk menyerap lebih banyak vitamin D dan nutrisi lainnya. Kini dengan teknologi yang lebih baik, para ilmuwan dapat menganalisa kandungan gizi telur lebih akurat.

SUMBER