Rabu, 28 Maret 2012

Tips Menghadapi Ujian

Tips Menghadapi Ujian

Berikut saya akan coba membagikan beberapa tips dan trik buat kalian semua yang akan menghadapi ujian baik itu ujian sekolah maupun ujian nasional nanti.

Sebelumnya yakinkan diri masing-masing dan jangan takut terhadap ujian. Karna bukan ujian yang akan membuat anda tidak lulus, tetapi bergantung pada diri dan kemampuan masing masing.
1. Jadi yang pertama adalah percaya diri (self confidence),
2. Rangkum pelajaran memjadi beberapa notes yang tentu saja akan mudah dalam mempelajarinya.
3. Jangan tegang. Hadapi dengan santai tetapi serius.
4. Persiapkan diri sebaik mungkin (baik itu stamina, kondisi fisik kesehatan maupun dalam belajar)
5. Persiapkan peralatan ujian sedini mungkin (seperti pensil 2b, penghapus penggaris, dan alat tempur lainnya)
6. Sebelum menuju sekolah, usahakan sarapan dulu (tidak akan tenang berpikir kalo lapar)
7. Berdoa pada Tuhan masing-masing agar dimudahkan dalam ujian.
8. Preview soal (bila memiliki waktu yang cukup banyak)
9. Kerjakan soal secara strategis. Baik itu dari soal yang dianggap sulit maupun mudah, agar tidak banyak waktu terbuang.
10. Lingkari jawaban dengan rapi dan jangan sampai melewati batas lingkaran. Dan dalam menghapus pun usahakan tidak ada yang terlipat atau kasar.
11. Untuk tingkat SD mungkin hanya dengan memberi tanda silang.
12. Sisihkan waktu untuk memeriksa ulang jawaban dan menganalisa kembali. Dan usahakan jangan sampai ada yang terlewati atau ada soal yang tidak terjawab.
13. Usahakan mengerjakannya di lembar jawaban sendiri, bukan di lembar jawaban teman (hehehe bercanda yang ini)

Ok, mudah-mudahan beberapa tips di atas dapat membantu meringankan beban adik-adik yang akan menghadapi ujian nanti. Tetap semangat. Good luck!!!

Penulis : Indra Saputra ~ Blog Edukasi yang Sederhana

Lihat Selengkapnya »»  

Pemanfaatan Tekhnologi dapat Menekan Biaya Pendidikan


Pelatihan TIK bg Guru Pemanfaatan Tekhnologi dapat Menekan Biaya Pendidikan
Ket. Foto: Pelatihan TIK bagi guru-guru yang dilaksanakan di (Broad Learning Centre) Telkom Jember

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada era global seperti sekarang, guru mesti bersikap adaptif terhadap perkembangan dan dinamika yang terjadi. Mereka harus mampu memanfaatkan piranti TIK secara optimal untuk kepentingan pembelajaran. Hal ini seiring dengan gerak dunia pendidikan yang terus berkembang secara dinamis. Disamping itu, berdasarkan Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, standar kompetensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang terintegrasi dalam kinerja guru. Dalam Permendiknas tersebut secara tersurat dicantumkan bahwa salah satu kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru adalah kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran.
Namun apa yang tersaji di lapangan, ternyata masih jauh dari harapan pemerintah dan masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam Permendiknas No.16 Tahun 2007 tersebut. Menurut hasil dari sejumlah penelitian, tingkat penguasaan guru-guru di Indonesia terhadap TIK tidak lebih dari 50%. Artinya, lebih dari separuh guru di Indonesia masih buta tekhnologi. Jangankan berkelana di dunia maya, untuk membuka dan menutup komputer pun masih banyak guru yang belum bisa.
Kenyataan ini menjadi sangat ironis dengan kondisi di Negara-negara maju. Amerika salah satu misal. Sebagaimana yang ditulis oleh http://www.voanews.com pada 09 Februari 2012, siswa-siswi SMP dan SMA di Washington, telah menggunakan buku teks digital dalam proses belajar mengajar.

Melihat kenyataan yang jauh bertolak belakang tersebut, bangsa Indonesia semestinya sadar, dan segera bangkit untuk mengejar ketertinggalan dalam penguasaan TIK yang sedemikian jauh. Karena konon mereka yang menguasai dunia adalah mereka yang menguasai tekhnologi informasi dan komunikasi.
Begitu pentingkah penguasaan tekhnologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar-mengajar? Dengan hanya melihat manfaat secara umum dari penguasaan TIK, siapapun tidak akan menampik bahwa TIK menjadi kebutuhan wajib yang harus dikuasai oleh siapapun yang hidup di jaman informasi seperti sekarang ini.
Namun, lebih dari itu, jika kita mampu memanfaatkan TIK dengan lebih maksimal, kita juga akan dapat menekan biaya pendidikan yang saat ini kerap dikeluhkan masyarakat, disamping manfaat lain berupa peningkatan kualitas pembelajaran.
Penekanan biaya operasional pendidikan lewat TIK bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satu contoh yang paling mudah adalah melakukan apa yang telah dilaksanakan siswa-siswi di Washington, yakni menggunakan komputer tablet untuk mengakses buku-buku teks digital, atau lebih khusus untuk mengakses Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang telah disediakan Kementrian Pendidikan Nasional yang kini jumlahnya sudah mencapai 901 judul.

Terkait dengan pemanfaatan BSE, sebagaimana kita ketahui bersama, pihak yang paling diuntungkan sejak BSE diluncurkan tetap saja pihak penerbit. Sementara mereka yang terkait langsung dengan pendidikan, meski juga ikut menikmati keuntungan dari peluncuran BSE, namun keuntungan tersebut sebatas ditekannya harga buku, yang menurut masyarakat bawah masih terhitung mahal.
Merujuk hasil survey dari “Sentra Advokasi untuk Hak Pendidikan Rakyat” (SAHdaR), kebutuhan siswa SMP dan SMA terhadap buku ajar jika dirupiahkan, setiap semesternya tidak kurang dari Rp.450.000,00 atau setiap tahunnya tidak kurang dari Rp.900.000,00. Itupun setiap siswa hanya memperoleh satu judul buku untuk setiap mata pelajaran.

Sekarang mari kita bandingkan jika kita memanfaatkan TIK. Awalnya mungkin kita harus mengeluarkan anggaran yang cukup besar, meski hal itu juga bisa disiasati. Jika kita beli PC Tablet bermerek seperti Apple atau Galaxy Samsung memang butuh anggaran tidak kurang dari Rp.4,5 juta. Tapi kalau kita hanya memiliki anggaran sekitar Rp. 2 juta, laptop atau netbook sudah cukup mewakili. Bahkan andaikata hanya ada anggaran sekitar Rp. 1 juta, personal computerpun sudah cukup bisa dipakai untuk mengakses internet.
Pelatihan TIK bg Guru 2 Pemanfaatan Tekhnologi dapat Menekan Biaya Pendidikan 
Dengan modal awal tersebut, anak-anak kita sudah dapat mengakses semua BSE yang disediakan Kemendiknas, bisa membuka pustaka pengetahuan yang ada di Wikipedia, bisa menjelajah setiap penjuru dunia melalui berbagai situs yang bertebaran di dunia maya, sehingga metode pembelajaran tidak lagi dilakukan satu arah, dari guru kepada murid, tapi dua arah, karena terjadi proses sharing pengetahuan antara guru dengan murid.

Melalui internet, para peserta didik bisa mengakses berbagai informasi dan bahan ajar yang relevan dengan materi yang dipelajari. Siswa akan terinspirasi dan terasah kepekaaan logika dan imajinasinya melalui bahan ajar yang mereka peroleh melalui internet. Dengan demikian, mereka bisa melakukan pendalaman materi lebih lanjut secara kreatif di luar jam pelajaran efektif.
Bagaimana dengan ketersediaan jaringan internet dan biaya untuk mengakses internet?

Di situlah pokok persoalannya. Kendala terbesar penguasaan IT di kalangan guru, juga siswa adalah belum meratanya jaringan koneksi internet. Kesenjangan desa-kota masih sangat lebar. Sekolah-sekolah di daerah perkotaan sering kebanjiran bandwith, sementara di daerah pinggiran dan pedesaan masih banyak yang masuk kawasan “blank-spot”. Kesenjangan semacam ini, disadari atau tidak, berdampak luas terhadap penguasaan IT di kalangan guru dan murid. Belum lagi persoalan biaya koneksi internet yang masih tergolong mahal.

Untuk itu, harus ada “kemauan politik” dan kebijakan pemerintah yang berpihak sepenuhnya kepada pendidikan dalam hal ini sekolah dan guru, agar mereka benar-benar mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kepentingan pembelajaran. Layanan internet murah jangan hanya sebatas slogan dan retorika. Jika perlu, sediakan subsidi, karena pendidikan juga merupakan kebutuhan yang vital. Jika layanan internet murah, bahkan gratis bisa direalisasikan oleh pemerintah, percaya atau tidak, keluhan tentang mahalnya pendidikan sebagaimana yang selama ini kerap dilontarkan oleh masyarakat, tidak akan lagi terdengar. (*)
Penulis: Agus Kurniawan  (Redaktur pelaksana: situstalenta.com)
Lihat Selengkapnya »»  

Menjadi Guru Profesional Perlu Waktu!

Catatan Seorang Guru: Menjadi Guru Profesional Perlu Waktu!

Foto Bareng Pengawas Setelah di Supervisi (Dok.Foto One sm)
Senin, 19 Maret 2012 hari yang penuh berkah dan juga sedikit mengagetkan buat sekolah kami, SMPN 3 Cibadak, sebab kami waktu itu kedatangan 5 pengawas sekaligus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Suatu kehormatan tentunya bagi kami para guru dan siswa . Para pengawas tersebut berkunjung ke sekolah kami tak lain untuk mensupervisi PBM para guru tentang kinerjanya di kelas.

Dibawah pimpinan pengawas pembina Bapak Drs.Surya Suryanto,M.M.Pd (Pengawas Matpel OR), Drs Ade Ahmad H,M.Pd (Pengawas Matpel  Pkn), Drs.Yadi Supriadi,M.Pd (Pengawas Matpel IPS), Yusuf Iskandar,S.Pd,M.M.Pd (Pengawas Matematika), Ayi Hermawan,S.Pd,M.M.Pd (Pengawas IPA). Kelima pengawas tersebut disambut dengan ramah dan bijak oleh Kepala Sekolah, dan juga para guru dan siswa di upacara bendera hari Senin.
Dalam rangka mensosilaisasikan Reformasi Birokrasi dalam Refleksi Supervisi Kelas, kelima pengawas tersebut masuk dan melihat secara langsung aktifitas dan kinerja guru di dalam kelas....benar-benar kami para guru di lihat kinerjanya dalam proses pendidikan, mulai dari mengawali pembelajaran dengan berdoa, apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajarn, kegiatan inti, proses pembelajaran, evaluasi dan penutup dengan menarik kesimpulan dari proses pembelajaran yang telah berlangsung...benar-benar di amati, di simak, dan di perhatikan.... benar-benar supervisi PBM yang profesional.

Sebagai bahan pengetahuan dan pembelajaran buat para guru, saya sampaikan komponen, indikator dan anlisis dalam instrumen supervisi Akademik dan supervisi Administrasi Perencanaan Pembelajaran (Berdasarkan Standar Proses Permendiknas 41 Tahun 2007).

Persiapan

A. Administrasi:
meliputi Kalender pendidikan, Program Tahunan, Program Semester, Jadwal Tatap Muka, Silabus, RPP yang disajikan, KKM,Kisi-kisi Soal Ulangan Harian, Analisis Hasil Belajar (AHB dan ABS), Bank Soal, Daftar Nilai, Daftar Absensi Siswa, Agenda Guru, Program Remidial, Program Pengayaan, Laporan Nilai Kepribadian dan Akhlak Mulia

B. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang akan di gunakan dalam pembelajaran sudah disipkan

Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan : Salam,Senyum dan sapa; Guru memberi apersepsi dan Motivasi; Memberitahukan KD untuk pembelajaran hari ini; Menberitahukan indikator pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran; Menjelaskan kegiatan/tugas yang harus di lakukan peserta didik

Kegiatan Inti : Eksplorasi Peserta Didik/Guru; Elaborasi Peserta Didik/Guru; Konfirmasi Peserta didik/Guru

Kegiatan Penutup : Guru mengajukan pertanyaan untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran, guru memberi tugas untuk pertemuan berikutnya.

Itulah gambaran hasil supervisi yang dilakukan oleh para pengawas. Kebetulan saya juga di supervisi untuk mata pelajaran Matematika. Rekan lainnya yang di supervisi adalah Bu Eni Suryanita,M.Pd untuk mata pelajaran PKn, Bu Yani Suryani,S.Pd untuk mata pelajaran IPA Fisika, Bu R.Atikah R,S.Pd untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, Bu Ati Nurul P,S.Pd untuk mata pelajaran Kesenia/KTK, Pa Hadi Gumbira ,S.Pd untuk mata pelajaran KTK, Pa Nunu Hiban, S.Pd untuk mata pelajaran bahasa Inggris, Pa Zeni samsun, S.Pd untuk mata pelajaran IPS, Pa Eri Budiman, M.M.Pd utuk mata pelajaran Penjaskes, Bu Anita Mulyani,M.Pd untuik mata pelajaran Penjaskes, Pa Fadli mansur, S.Pd untuk mata pelajaran IPA Fisika.

Banyak hal yang bisa saya dapatkan dari hasil supervisi tersebut. Selain perlu perbaikan dalam proses mengajar di kelas, juga administrasi yang baik, rapih dan terawat perlu pembenahan....Ya ternyata untuk jadi Guru Profesional Perlu Waktu....karena Guru Profesional Kunci Untuk melaksanakan pendidikan yang berkualitas di sekolah. Kepada rekan guru di tanah air mari kita menuju guru profesional yang Rela Berbagi dan Iklas dalam memberi

Salam, penuh persahabatan dari seorang guru yang sedang belajar menuju guru Profesional!
By One SM (http://iwansmtri.blogspot.com; http://www.iwansumantri.mywibes.com)

Lihat Selengkapnya »»  

Selasa, 27 Maret 2012

Cara Mendisiplinkan Perut Agar Lancar BAB Tiap Pagi


Cara Mendisiplinkan Perut Agar Lancar BAB Tiap Pagi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


img
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta, Bagi sebagian orang, Buang Air Besar (BAB) sudah menjadi ritual tiap pagi sebelum memulai aktivitas. Bagi yang belum terbiasa, ada banyak cara untuk mendisiplinkan perut agar bisa mengeluarkan sisa metabolisme dengan lebih teratur.

Proses defekasi atau BAB merupakan bagian dari sistem metabolisme, untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan yang tidak dicerna dan diserap oleh tubuh. Bila tidak dikeluarkan secara teratur, maka risikonya adalah penyerapan ulang dari sisa-sisa metabolisme yang umumnya bersifat racun bagi tubuh.

Selama bisa teratur setiap hari, sebenarnya BAB tidak harus dilakukan pagi hari. Namun beberapa literatur khususnya dalam ilmu pengobatan China disebutkan, waktu terbaik untuk baik BAB adalah pukul 5-7 pagi saat meridian usus berada pada titik paling aktif.

Jika yang tertarik untuk mengatur jadwal BAB tiap pagi, maka cara mendisiplinkan perut adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Longheh.com, Selasa (27/3/2012).

1. Tanamkan niat di pikiran
Setiap mau tidur, katakan pada diri sendiri bahwa besok pagi-pagi sekali akan buang air besar dan yakinkan bahwa hal itu akan menjadi kebiasaan. Lama-kelamaan kebiasaan itu akan terprogram dengan sendirinya jika sejak dari pikiran memang sudah tertanam demikian.

2. Makan banyak serat
Lancar tidaknya proses defekasi sangat dipengaruhi oleh kecukupan serat dalam menu makan sehari-hari. Supaya lancar, perbanyak minum air putih, makan makanan berserat seperti sayur atau buah-buahan, serta kurangi daging-dagingan, makanan pedas dan makanan berminyak.

3. Hindari stres
Untuk bisa buang air dengan lancar, usus harus dalam kondisi rileks. Saat stres dan banyak pikiran, gerakan peristaltik usus yang mendorong kotoran keluar dari tubuh akan terganggu sehingga jadwal buang air besar akan berubah dan menjadi tidak teratur.

4. Jangan dipaksa
Meski buang air besar secara teratur itu penting, namun jauh lebih penting lagi untuk tidak memaksakan diri. Apabila dalam beberapa menit tidak keluar juga, maka sebaiknya jangan mengejan karena hal itu akan meningkatkan tekanan darah dan membuat usus mengalami stres.

Lihat Selengkapnya »»  

Senin, 26 Maret 2012

Sup Udang Oyong

Bahan Sup Udang Oyong :

  • 1 bh oyong
  • 100 g udang
  • 2 cm lengkuas
  • 1 siung bawang putih
  • 2 lbr daun jeruk
  • 2 cm serai, memarkan
  • 1 sdt penyedap rasa
  • 2 sdt garam
  • 4 sdm minyak goreng
  • 1 ltr air
Bahan Pelengkap:
  • Soun
  • Daun kemangi
  • Daun selada
  • Cabai rawit merah

Cara Membuat Sup Udang Oyong :
  1. Oyong, kupas, potong-potong. Bawang putih, lengkuas, dan serai, memarkan. Udang, kupas, kerat, lumuri tepung maizena. Sisihkan.
  2. Tumis bawang putih, lengkuas, serai, dan daun jeruk hingga harum, masukkan air, didihkan.
  3. Tambahkan udang, oyong, garam, dan penyedap rasa, masak hingga matang, angkat.
  4. Sajikan dengan pelengkap.
Lihat Selengkapnya »»  

Ayam Goreng Terasi

Resep Ayam Goreng Terasi

Bahan
  • 1 ekor ayam dipotong 8 bagian
  • 1 lembar daun pandan
  • 1 sdm kecap ikan
  • 200 ml air
  • 250 ml minyak goreng
Bumbu
  • 3 siung bawang putih
  • ½ sdt terasi yang baru digoreng
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 1 sdm ketumbar bulat
  • 2 biji asam jawa
  • 1 sdt garam
  • 2 Sdt gula merah disisir
Cara Membuat
  1. Rebus air hingga mendidih, masukkan bumbu yang dihaluskan, daun pandan dan kecap ikan
  2. Masukkan ayam, kecilkan api, ungkep hingga kuah tinggal sedikit sambil sekali-sekali dibalik-balik
  3. Dinginkan ayam
  4. Panaskan minyak goreng, lalu goreng ayam hingga agak kering
Lihat Selengkapnya »»