Jumat, 23 November 2012

10 Fakta Gunung Berapi Paling Liar

volcano-plume-100514-4651
Setidaknya di bumi terdapat 1.500 gunung berapi, dan beberapa dari gunung berapi tersebut berusia ribuan tahun dan masih aktif hingga kini. Letusan gunung berapi dikenali melalui batuan leleh yang biasa disebut magma keluar dari permukaan bumi. Ruang-ruang di dalam gunung berapi yang berisi magma ini telah ratusan bahkan ribuan tahun berada di dalam perut bumi. Saat magma keluar, kadang diiringi kejutan lain berupa hujan batu dan debu, suara yang menggelegar, dan lain-lain.

Biasanya gunung berapi meletus akibat gerakan di dalam bumi, bongkahan batu besar di dalam bumi bergerak sehingga merubah permukaan bumi. Namun beberapa gunung berapi seperti Gunung Berapi Yellowstone yang berada di atas gunung berapi yang lain, dimana sumur magmanya naik ke permukaan.
Berikut ini adalah fakta-fakta menarik dari gunung berapi yang ada di seluruh penjuru dunia:
  1. Gunung berapi menghasilkan pemandangan matahari terbenam yang cantik
    Gunung berapi membuat langit saat matahari terbenam menjadi tambah bewarna. Ketika Gunung Berapi Kasatochi di Alaska meletus di tahun 2008, masyarakat dari seluruh penjuru dunia dapat melihat langit petang yang sangat cantik dengan warna jingga yang tidak biasa. Peristiwa luar biasa ini dipicu oleh partikel debu yang berinteraksi dengan sinar matahari.
  2. Gunung berapi yang melahirkan di Hawaii
    Gunung berapi paling besar di dunia, terletak di Hawaii, namanya Gunung BErapi Mauna Loa. Ketinggiannya 13.000 kaki dari permukaan laut. Kepulauan Hawaii memang dibentuk dari gunung berapi. Hawaii juga memiliki laut yang indah dan dingin. Kombinasi dingin dan panasnya magma memungkinkan terjadinya daratan baru. Jika anda beruntung jalan-jalan ke Hawaii, anda dapat melihat sendiri bagaimana daratan baru terbentuk. Di tahun 2004, Gunung Kilauea di Hawaii meletus, magma dari gunung tersebut menjalar ke laut, proses ini melahirkan gundugan kepulauan yang bentuknya mirip seperti puncak gunung.
  3. Letusan gunung dapat membuat kubangan raksasa
    Letusan gunung berapi dapat memecahkan ruang magma atau puncak gunung. Pecahan ini akan menghasilkan kubangan raksasa yang biasa disebut kaldera (kawah) Salah satu kaldera terbesar adalah kaldera Aniakchak, letusan tersebut diperkirakan terjadi 3.450 tahun yang lalu. Kaldera yang berada di negara bagian Alaska, Amerika serikat ini memiliki diameter sekitar 10 km.
  4. Beberapa gunung berapi sudah tidak aktif
    Gunung berapi juga bisa punah. Menurut perkiraan para ilmuwan, jika sebuah gunung berapi sudah tidka pernah lagi meletus, gunung tersebut dingap sudah tidak atif dan punaah. Gunung berapi yang sudah tidak aktif namun masih memiliki kemungkinan meletus disebut dormant. Gunung Capulin di New Mexico, terakhir meletus 2.300 yang lalu, gunung ini dianggap sudah punah dan tidak akan pernah meletus lagi.
  5. Gunung berapi bisa bertambah besar
    Gunung berapi bisa bertambah besar, saat lava dan debu bersatu, hal ini dapat mendorong terbentuknya lapisan baru dan menambah ketinggian permukaan gunung. Peristiwa ini juga dijadikan teori terbentuknya gunung baru.
  6. Letusan Gunung Pinatubo mendinginkan bumi
    Pada tahun 1991, Gunung Pinatubo di Filipina meletus. Akibat dari letusan ini 22 juta ton sulfur dioksida dimuntahkan dan melayang di bumi kemudian menyebar ke seluruh bumi. Akibat dari menyebarkan zat ini, suhu bumi menurun hingga 0,5 derajat delcius.
  7. Dataran es adalah tempat yang nyaman bagi gunung berapi
    Eslandia dikenal sebagai daratan es dan api. Kawasan ini juga menjadi rantai gunung berapi terhebat sejak abad pertengahan. Pada April 2010, Gunung berapi Eyjafjallajokull meletus, sebelumnya di tahun 1783 Gunung Berapi Skaptar juga pernah meletus. Letusan Gunung berapi Skaptar menyebabkan Eslandia surga bagi pertanian dan pertumbuhan ikan laut. Di sisi lain, akibat meteusnya gunung juga membawa korban jiwa, 1/5 dari total penduduk Eslandia tewas.
  8. Indonesia negara dengan kumpulan gunung berapi aktif
    Letusan gunung berapi terbesar yang pernah diamati adalah saat Gunung Tambora mengeluarkan isi perutnya. Gunung yang terletak di Pulau Sumbawa ini meletus di tahun 1815 dan telah menewaskan sekitar 100.000 jiwa. Indonesia adalah salah satu negara dengan gunung berapi terbanyak, yaitu sekitar 76 gunung berapi yang masih aktif. Pada 11 Mei 2006, salah satu gunung berapi di Pulau Jawa, Gunung Merapi meletus.
  9. Letusan Supervulkanik menyebabkan malapetaka bagi bumi
    Gunung berapi yang sangat besar biasa disebut Supervulkanik. Letusan dari Gunung supervulkanik dapat menyebabkan hujan api dari jarak ribuan mil, menyebabkan perubahan iklim bumi, misalnya dengan penurunan suhu bumi, hujan debu, asap dan sebagainya. Salah satu gunung supervulkanik terdapat di Taman Nasional Yellowstone di Alaska. Salah satu letusan yang pernah terjadi menyebabkan 8.400 galon air mendidih menyembur hingga jarak 145 kaki ke udara. Gunung supervulkanik memiliki magma yang sangat banyak di dalamnya.
  10. Batu dari gunung berapi dapat mengapung di air
    Batu yang berasal dari letusan gunung berapi dapat mengapung di air. Umumnya batu tersebut bewarna abu-abu, memiliki lubang-lubang seperti pori-pori. Lubang ini akibat gas panas yang keluar dari batu saat batu tersebut menjadi dingin. Di Indonesia kita mengenalnya dengna batu apung.                      SUMBER