Senin, 29 Oktober 2012

Mengapa Buah dan Sayuran Menyehatkan?


Para dokter, ahli gizi dan praktisi kesehatan selalu memberikan nasihat umum yang sama: batasilah makanan berlemak,  perbanyak buah dan sayuran. Mengapa kita perlu memperbanyak makan buah dan sayuran? Selain kaya akan vitamin, mineral dan serat, buah dan sayuran mengandung zat lain yang istimewa yaitu fitokimia.
'Pineapple' photo (c) 2005, Joe Zachs - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/Fitokimia adalah bahan kimia alami yang diproduksi oleh tanaman. Lebih spesifik lagi, istilah tersebut biasanya hanya mengacu pada bahan kimia dari tanaman yang tidak memiliki kandungan gizi tetapi bermanfaat bagi kesehatan. Para ahli memperkirakan ada sekitar 40.000 fitokimia di berbagai tanaman. Namun, baru ratusan dari senyawa tersebut yang telah diteliti dan diselidiki manfaatnya.
Fitokimia juga memberikan warna dan aroma khas buah dan sayuran. Kita dapat menggolongkan buah dan sayuran ke dalam lima kelompok sesuai dengan warna dan fitokimia yang dikandungnya, yaitu: merah, kuning/oranye, hijau, biru/ungu  dan putih/coklat.

Makanan berwarna merah

Contoh makanan berwarna merah
tomatwortelcabai
strobericerianggur merah
melinjosemangkateh rosella
Likopen, asam elagik, quercetin, hesperedin dan flavonoid yang disebut kaempferol adalah fitokimia yang terkandung pada buah, dan sayuran berwarna merah. Fitokimia ini bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel kita terhadap kerusakan oksidatif yang meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Likopen adalah antioksidan kuat dari kelompok karotenoid. Asupan likopen yang tinggi secara khusus telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat.

Makanan berwarna oranye/ kuning

Contoh makanan berwarna oranye/ kuning
ubi jalarlabujagung
jerukmanggananas
pepayanangkasemangka kuning
Ada antioksidan yang berlimpah dalam makanan berwarna kuning dan oranye, termasuk karotenoid (beta-karoten, lutein, zeaxantin), yang memberikan warna cemerlang mereka. Fitokimia lainnya termasuk terpen dan flavonoid (quercetin) juga terdapat dalam kelompok ini. Karotenoid, terpen dan flavonoid berperan sebagai antioksidan yang melindungi terhadap kanker dan penyakit jantung. Lutein, sejenis karotenoid yang disimpan dalam mata, penting untuk mencegah dua penyebab utama kebutaan: katarak dan degenerasi makula yang terkait penuaan.

Makanan berwarna hijau

Contoh makanan berwarna hijau
bayambrokoliasparagus
kacang panjangkangkunglabu siam
jambuanggur hijaubuah kiwi
Seperti makanan berwarna oranye/ kuning, buah-buahan dan sayuran berwarna hijau sangat kaya fitokimia yang bersifat antioksidan, terutama kelompok flavonoid dan karotenoid (lutein, beta-karoten dan zeaxantin). Makanan berwarna hijau juga mengandung indoles dan saponin, yang bersifat anti- kanker.

Makanan berwarna ungu/biru

Contoh makanan berwarna ungu/biru
kecombrangkubis unguterong ungu
bluberianggur ungudelima
plumjamur ungujantung pisang
Warna ungu/biru dalam buah-buahan dan sayuran terutama disebabkan oleh flavonoid, seperti antosianin, yang merupakan antioksidan kuat dan memiliki efek anti-bakteri ringan. Fitokimia lain yang ditemukan pada kelompok makanan ini adalah lutein, zeaxantin, quercetin, dan resveratrol, yang terutama ditemukan pada anggur dan diduga bermanfaat mencegah kanker. Secara umum, fitokimia pada makanan berwarna ungu/biru juga bermanfaat untuk kesehatan mata, menurunkan kolesterol LDL, meningkatkan imunitas, mendukung sistem pencernaan dan mencegah inflamasi.

Makanan berwarna coklat/putih

Contoh makanan berwarna coklat/ putih
kubisbawang putihjahe
kurmasalaksirsak
pisangmentimunbengkoang
Meskipun tidak secerah warna makanan lain, buah dan sayuran berwarna coklat/ putih tidak boleh diremehkan. Fitokimia pada kelompok makanan ini adalah beta-glukan, EGCG, SDG, dan lignan yang meningkatkan sistem imunitas tubuh, menyeimbangkan hormon, dan membunuh sel B dan T sehingga menurunkan risiko kanker kolon, kanker payudara dan kanker prostat. Makanan dari kelompok ini juga mengandung alicin dan indoles. Alicin (pada bawang putih) memiliki sifat anti-bakteri, sedangkan indoles (pada kubis) merangsang enzim yang menghambat estrogen dan mengurangi risiko kanker payudara.

Tips untuk Anda

Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran akan meningkatkan asupan fitokimia yang menyehatkan badan Anda. Tidak ada standar resmi mengenai angka kecukupan konsumsi harian buah dan sayuran, namun sangat dianjurkan bagi Anda untuk menyantap setidaknya 5 sampai 9 porsi buah dan sayuran setiap hari dengan susunan bervariasi. Warna makanan memberikan petunjuk mengenai kandungan fitokimia yang terkandung di dalamnya. Dengan mengambil makanan yang berwarna-warni (“makanan berwarna pelangi”), Anda menjamin asupan aneka fitokimia dan zat gizi yang dibutuhkan untuk memelihara kesehatan Anda.
Lihat Selengkapnya »»  

Durian, Si Raja Buah yang Kontroversial


'Durian  - King of Fruits' photo (c) 2010, Hafiz Issadeen - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/Tidak ada buah yang sedemikian disuka dan dibenci seperti durian. Bagi sebagian orang, durian adalah raja segala buah. Baunya harum dan rasanya lezat tiada duanya, membuat ketagihan. Bagi sebagian yang lain, bau durian dari jarak 5 meter pun sudah membuat mual. Apalagi memakan buahnya! Orang barat pada umumnya tidak menyukai bau durian yang menurut mereka “busuk seperti jamban”.

Durian (
durio zibethinus) adalah buah asli Asia Tenggara, yang dibudidayakan dan tumbuh liar di hutan-hutan di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Durian adalah salah satu buah terbesar, yang beratnya bisa mencapai 1-4 kg dengan diameter 15-30 cm. Setiap buah durian biasanya memiliki 5 kompatemen. Daging buahnya berwarna kuning emas, dengan biji yang ukurannya bervariasi, tergantung spesiesnya. Pohon durian berbuah setelah berusia 4-5 tahun dan dapat tumbuh hingga ketinggian 50 meter. Durian adalah buah musiman dengan masa panen biasanya di akhir musim kemarau sampai awal musim hujan, bersamaan dengan masa panen buah lain seperti manggis, mangga dan rambutan.

Berbahaya bagi kesehatan?

Mengonsumsi durian dapat berbahaya bagi kesehatan. Ada banyak berita mengenai orang yang meninggal dunia setelah memakan durian. Kementerian Kesehatan Thailand bahkan pernah memperingatkan agar masyarakat Thailand tidak memakan durian lebih dari dua porsi per hari. Kandungan durian yang terutama perlu diwaspadai adalah kalorinya. Setiap 100 gram durian memiliki kalori sekitar 120-180 kalori. Satu durian dengan daging buah seberat 500 gram mengandung 600 – 900 kalori. Bila Anda memakan empat buah durian itu, maka tubuh Anda akan mendapatkan ledakan energi instan sebesar 2.400 -3.600 kalori, jauh melebihi kebutuhan harian rata-rata. Oleh karena itu, bila Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, Anda harus berhati-hati bila mengonsumsi durian. Wanita hamil juga sebaiknya tidak memakan durian.
Kandungan sulfur (belerang) pada durian juga diketahui menghambat metabolisme alkohol. Mengonsumsi durian bersama dengan alkohol sangat berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Menurut penelitian, ekstrak durian menghambat aktivitas dehidrogenase aldehid, enzim yang membersihkan pecahan produk beracun, hingga 70 persen.
Beberapa orang percaya bahwa mengonsumsi durian bersama dengan kopi juga berbahaya. Namun, studi mengenai hal ini tampaknya belum ada sehingga belum diketahui kebenarannya.

Manfaat durian

Buah Durian (Durio zibethinus)
Nilai gizi per 100 g.
ZatNilai% AKG
Energi147 Kkal7%
Karbohidrat27,09 g21%
Protein1,47 g2,5%
Lemak5,33 g20%
Kolesterol0 mg0%
Serat Diet3,8 g10%
Vitamin

Folat36 mcg9%
Niasin1,074 mg7%
Asam Pantotenat0,230 mg4,5%
Piridoksin0,316 mg24%
Riboflavin0,200 mg15%
Thiamin0,374 mg31%
Vitamin A44 IU15%
Vitamin C19,7 mg33%
Elektrolit

Natrium2 mg0%
Kalium436 mg9,5%
Mineral

Kalsium6 mg0,6%
Tembaga0,207 mg23%
Besi0,43 mg5%
Magnesium30 mg7,5%
Mangan0,325 mg14%
Fosfor39 mg6%
Zinc0,28 mg2,5%
Fitokimia

Karoten-alfa6 mcg
Karoten-beta23 mcg
Lutein-zeaxanthin

Terlepas dari potensi bahayanya bila dikonsumsi berlebihan, durian sebenarnya memiliki banyak manfaat:
  • Buah durian lembut dan mudah dicerna. Gula sederhana seperti fruktosa dan sukrosa dan lemak sederhana pada durian dapat mengisi ulang energi dan merevitalisasi tubuh dengan cepat. Durian dapat digunakan sebagai makanan suplemen untuk anak-anak yang kekurangan berat badan. Berlawanan dengan pemahaman umum, lemak pada durian tidak mengandung kolesterol.
  • Durian kaya akan serat makanan, sehingga dapat melancarkan pencernaan. Kandungan serat membantu melindungi membran mukosa usus dengan mengurangi waktu paparan dan mengikat bahan kimia penyebab kanker usus besar.
  • Durian kaya akan vitamin. Kandungan vitamin C-nya yang tinggi bermanfaat sebagai antioksidan. Buah ini juga mengandung banyak vitamin B-kompleks, seperti niasin, riboflavin, asam pantotenat (vitamin B5), piridoksin (vitamin B6) dan thiamin (vitamin B1). Vitamin-vitamin ini adalah vitamin esensial yang tidak diproduksi oleh tubuh dan jarang ditemui pada buah-buahan lain.
  • Durian mengandung mineral seperti mangan, besi tembaga, dan magnesium. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai kofaktor untuk enzim antioksidan dismutase superoksida. Tembaga dan besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Kalium bermanfaat untuk mengontrol detak jantung dan tekanan darah.
  • Durian mengandung asam amino triptofan (“pil tidur alami”), yang meringankan kecemasan, depresi, dan insomnia, dan menciptakan perasaan euforia, dengan meningkatkan kadar serotonin di otak.
  • Durian dapat meningkatkan gairah seksual (afrodisiak),  menurut kepercayaan banyak kalangan masyarakat di Asia.

Tips untuk Anda

Meskipun banyak manfaatnya, Anda sebaiknya tidak memakan durian secara berlebihan. Mengonsumsi 100 gram durian sudah cukup untuk memenuhi semua nutrisi yang Anda butuhkan. Untuk mencegah sakit perut setelah mengonsumsi durian, Anda dapat mengombinasikannya dengan buah manggis. Bila durian adalah “raja buah” maka manggis adalah “ratunya”. Zat tertentu pada manggis dapat mencegah sakit perut setelah mengonsumsi durian.
Lihat Selengkapnya »»  

Minggu, 28 Oktober 2012

12 Buah Tersehat yang Perlu Anda Makan



Selain lezat dan bergizi, buah-buahan mengandungvitamin dan antioksidan yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, tidak semua buah sama. Inilah daftar buah yang paling bergizi dan menunjukkan manfaat antioksidan.

  1. Jeruk. Sebuah jeruk menyediakan 50 sampai 70 mg vitamin C, setara dengan kebutuhan harian vitamin C Anda. Jeruk juga merupakan sumber serat, folat, serta antioksidan, vitamin dan mineral lainnya. Selaput yang menyelubungi bulir jeruk mengandung hesperidin, yang dapat menurunkan kolesterol. Buah jeruk telah diteliti dapat membantu mengurangi tekanan darah dan risiko beberapa jenis kanker. Bahkan, aroma jeruk pun berkhasiat aromaterapi yang menenangkan.  Sebuah jeruk sedang mengandung sekitar 65 kalori.
  2. Apel. Sebuah apel beserta kulitnya memenuhi 15 persen kebutuhan serat harian Anda. Serat apel membantu menurunkan kolesterol dan memudahkan pencernaan. Apel juga kaya akan flavonoid antioksidan yang mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan kanker. Sebuah apel sedang memiliki sekitar 80 kalori.
  3. Delima. Satu buah delima menyediakan 40 persen kebutuhan vitamin C harian Anda. Delima juga mengandung folat, serat, kalium, niasin, vitamin A dan E. Antosianidin dalam delima memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, yang menurunkan kolesterol dan tekanan darah, melindungi gigi, mencegah osteoartritis, alzheimer, kanker payudara, leukemia, kanker paru dan kanker prostat. Sebuah delima mengandung sekitar 83 kalori.
  4. Pisang. Kaya kalium dan miskin sodium, pisang membantu menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan stroke. Sebuah pisang mengandung kalium sekitar 400 mg. Protease inhibitor pada pisang dapat mencegah radang lambung. Serat dalam pisang membantu menormalkan fungsi pencernaan. Pisang dapat menjadi sumber energi alami karena sebuah pisang ukuran sedang memiliki sekitar 108 kalori.
  5. Buah Kiwi. Pada berat yang setara, buah kiwi mengandung dua kali vitamin C daripada jeruk. Buah kiwi merupakan sumber magnesium, kalium, vitamin A dan E. Buah kiwi juga dapat menurunkan risiko katarak, melindungi dari kerusakan DNA, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi penyakit pernapasan. Satu buah kiwi sedang memiliki 47 kalori dan 3 gram serat.
  6. Anggur merah dan ungu. Anggur merah adalah sumber anthocyanin dan resveratrol, antioksidan kuat yang bisa membantu melawan penyakit jantung dan kanker. Anggur merah juga mengandung zat besi, kalium, serat dan antioksidan lain yang berlimpah. Meskipun anggur merah lebih banyak mendapatkan pujian, anggur berwarna gelap juga merupakan sumber anthocyanin dan resveratrol. Secangkir anggur merah atau ungu memiliki 60 kalori.
  7. Stroberi. Konsumsi harian stroberi membantu Anda mengendalikan diabetes tipe 2 dan mencegah penyakit jantung. Stroberi juga merupakan sumber vitamin C dan antioksidan lainnya. Secangkir stroberi memiliki 50 kalori dan 4 gram serat.
  8. Pepaya. Pepaya menyediakan banyak vitamin C, folat dan karotenoid. Pepaya merupakan satu-satunya sumber papain, enzim pencernaan alami yang membantu mencerna protein. Secangkir potongan dadu pepaya memiliki 55 kalori.
  9. Alpukat. Alpukat memiliki lemak tak jenuh yang membantu menurunkan kadar kolesterol. Alpukat juga mengandung zat besi dan vitamin E. Sebuah alpukat mengandung 81 kalori, 8 gram lemak dan 3 gram serat.
  10. Sirsak. Sirsak adalah buah yang kaya vitamin dan serat. Setengah buah sirsak sedang sudah cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan vitamin C dan setengah kebutuhan serat harian Anda. Vitamin C merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penuaan. Serat sangat baik untuk membantu pencernaan dan detoksifikasi. Sirsak juga mengandung fosfor dan kalsium, dua mineral penting untuk pembentukan massa tulang dan mencegah osteoporosis.
  11. Mangga. Sebuah mangga rata-rata mengandung 60 mg vitamin C, yang sama dengan jumlah harian yang disarankan. Antioksidan dalam mangga membantu mencegah artritis, mempercepat penyembuhan luka dan sangat baik untuk sistem kekebalan tubuh. Sebuah mangga sedang berisi 135 kalori, 1 gram lemak dan 4 gram serat.
  12. Tomat. Tomat adalah sumber likopen, salah satu karotenoid terkuat, yang bertindak sebagai antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa tomat, dengan penggunaan sehari-hari, menurunkan kolesterol dan risiko kanker kandung kemih, perut dan usus besar. Sebuah tomat memiliki 26 kalori, tanpa lemak dan 1 gram serat. Cipratkan minyak zaitun ke irisan tomat, karena likopen akan diserap oleh tubuh hanya jika dimakan dengan sedikit lemak.                 SUMBER
Lihat Selengkapnya »»  

Sabtu, 27 Oktober 2012

7 Tradisi Merayakan Idul Adha di Berbagai Negara



Tradisi Idul Adha
Ada banyak tradisi di dunia ini dalam menyabut dan merayakah hari raya Idul Adha.
Sama dengan di Indonesia Umat muslim diseluruh dunia Juga akan menyambut meriah hari raya Idul Adha ketika selesai solat Idul Adha biasanya akan dilanjutkan dengan memotong hewan kurban untuk dibagikan ke kaum miskin. Namun selain itu di kalangan masyarak tertentu ada lho tradisi tradisi yang berjalan bersaman dengan hari raya Idul Adha sebagai contoh di Jogja ketika hari raya Idul adaha ada tradisi yang namanya gerebek besar yang dilakukan kraton Yogyakarya, di negara lain juga sama ada beberapa tradisi khas mereka dalam menyambut hari raya Idul Adha nah ingin tahu tradisi apa aja itu  ? Simak 7 Tradisi Merayakan Idul Adha di Berbagai Negara  seperti dikutip dari inilah.com berikut ini.

1. Pakistan
Perayaan Idul Adha di Pakistan biasanya ditandai dengan libur selama 4 hari. Jelas perayaan, banyak toko tutup dan konsentrasi kegiatan lebih ke masjid-masjid sejak pagi hari.
Seperti di Indonesia, di Pakistan proses penyembelihan juga sering dilakukan oleh warga setempat. Daging kurban pada akhirnya di distribusikan ke fakir miskin.

2. Bangladesh
Bangladesh juga memiliki tradisi yang hampir sama di budaya berbagai negara muslim lain yang merayakan Idul Adha. Hanya saja, negara ini dikenal memiliki peraturan yang ketat soal hewan kurban. Bekerja dengan ahli, di negara ini standar hewan kurban benar-benar diperhatikan.
Seperti usia dan kesehatan dari hewan yang akan di kurbankan. Sama dengan beberapa negara lain, perayaan salah satu dari Dua hari besar umat muslim ini diadakan selama 3 hari.

3. Maroko
Di Maroko, libur Idul Adha juga berlangsung selama 3 hari. Tak banyak berbeda dengan perayaan yang dilakukan di Indonesia. masyarakat berbondong-bondong pergi ke Masjid sejak pagi untuk solat Ied, melakukan proses penyembelihan lalu mendistribusikan ke masyarakat.

4. Amerika Serikat
Umumnya, penduduk setempat mendapat jatah libur 1-3 hari selama peringatan hari raya kurban. Seperti di Indonesia, konsentrasi kegiatan sering dilakukan di Masjid sejak pagi hari. Setelah itu mereka sering berbagi dengan sesama dengan acara makan bersama. Hanya saja, berbeda dengan di Indonesia, disini prosesi penyembelihan umumnya tak banyak dilakukan.

5. Mesir
Seperti di Amerika, perayaan Idul Adha di Mesir juga ditandai dengan libur selama 3 hari selama perayaan. Umat muslim setempat biasanya saling bermaaf-maafan setelah prosesi solat Ied. Dan pada akhirnya, diadakan prosesi pembagian daging korban yang biasanya dilakukan oleh sebuah LSM setempat.

6. Arab Saudi
Berbeda dengan di Indonesia, dii Arab Saudi justru hari raya Idul Adha-lah yang layak dijadikan momen hari raya terbesar. pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga disibukkan oleh pemotongan hewan kurban. Sebab, mereka akan mendistribusikan daging kurban ke negara-negara Islam yang miskin. Terutama di kawasan Afrika, Asia Tengah, dan Asia Selatan.
Agar distribusi hewan merata dan mencapai sasaran, jutaan kilo daging ini kemudian dibekukan dan dikirimkan melalui kontainer yang diangkut kapal dan pesawat.

7. Ningxia, Cina
Jika di Indonesia, lelaki dan wanita berduyun-duyun melakukan sholat Idul Adha di masjid, lain halnya dengan masyarakat di Ningxia, Cina. Masyarakat muslim etnis Hui disana, hanya lelaki yang beramai-ramai sholat Idul Adha di masjid. Sedangkan wanita dilarang sholat Idul Adha di masjid.
Takbiran dengan membakar hio. Ini merupakan tradisi Islam di Cina. Para jamaah membawa hio yang terbakar ke dalam masjid kemudian ditancapkan ke mangkok tempat hio. Setelah itu dilakukan ceramah sebelum dimulai sholat Idul Adha.
Lihat Selengkapnya »»  

Jumat, 26 Oktober 2012

Jenis-Jenis Vitamin yang Wajib Anda Ketahui


 

Vitamin adalah nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan, energi, dan fungsi saraf. Tubuh kita mendapatkan vitamin dari makanan, suplemen, atau hasil produksi flora usus.

Dua Kelompok Vitamin

Ada dua kelompok vitamin: yang larut dalam lemak dan yang larut dalam air.
Vitamin A, D, E, K larut dalam lemak sehingga memerlukan lemak agar dapat diserap oleh tubuh. Kelebihan vitamin-vitamin tersebut akan disimpan dalam hati dan lemak tubuh Anda, kemudian digunakan saat diperlukan. Berlebihan mengonsumsi vitamin yang larut dalam lemak dapat membuat Anda keracunan sehingga menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, dan masalah hati dan jantung.
Vitamin B kompleks dan C larut dalam air. Tubuh Anda menggunakan vitamin-vitamin itu sesuai kebutuhan, kemudian mengeluarkan kelebihannya melalui urin. Karena vitamin ini tidak disimpan dalam tubuh,  risiko keracunan sangat kecil dibandingkan dengan vitamin yang larut dalam lemak, tetapi risiko kekurangan lebih tinggi.

Jenis-jenis Vitamin

1. Vitamin A (retinol)
Vitamin A terdapat dalam makanan berwarna kuning-oranye, berdaun hijau gelap dan dalam bentuk retinol pada makanan yang berasal dari hewan. Wortel, mangga, labu, pepaya, bayam, brokoli, selada air, kuning telur, susu dan hati adalah makanan yang kaya vitamin A.
Vitamin A berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan tulang dan jaringan epitel, meningkatkan kekebalan, dan memerangi radikal bebas (antioksidan). Kekurangan vitamin A adalah penyebab utama kebutaan pada anak-anak di banyak negara berkembang.

2. Vitamin D (kalsiferol)
Ikan berlemak seperti sarden, mackerel, tuna, telur, makanan yang diperkaya seperti margarin dan sereal adalah sumber vitamin D. Vitamin ini sangat penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang karena mengontrol penyerapan kalsium dan fosfor yang penting untuk metabolisme tulang. Kekurangan vitamin D pada anak-anak akan menyebabkan penyakit rakhitis, dan pada orang dewasa menyebabkan osteomalasia, kondisi di mana tulang menjadi lemah dan lunak. Vitamin D dapat diproduksi tubuh saat kulit menerima ultraviolet dari sinar matahari. Kekurangan vitamin D dapat terjadi pada mereka yang memiliki diet rendah vitamin D atau jarang terkena sinar matahari. Dosis besar vitamin dapat menyebabkan kelebihan kalsium, terutama pada anak-anak, yang mengganggu pembentukan tulang. Namun, hal tersebut sangat jarang terjadi. Tidak ada rekomendasi mengenai diet vitamin D untuk orang dewasa yang hidup normal dan cukup terpapar sinar matahari.

3. Vitamin E (tokoferol)
Vitamin E hadir dalam minyak wijen, kacang kedelai, beras, jagung dan biji bunga matahari, kuning telur, kacang-kacangan dan sayuran. Vitamin ini adalah antioksidan penting yang mencegah penuaan dini sel-sel, merangsang sistem kekebalan tubuh, mengurangi risiko katarak, melindungi dari penyakit jantung, mencegah penyakit kanker dan menjaga kesehatan kulit. Kekurangan vitamin E pada manusia jarang terjadi, kecuali pada bayi prematur dan mereka yang memiliki masalah pencernaan.

4. Vitamin K
Selada, kubis, kembang kol, bayam, kangkung, susu, dan sayuran berdaun hijau tua adalah sumber terbaik vitamin ini. Vitamin K terlibat dalam pembekuan darah dan kekurangannya dapat menyebabkan perdarahan berlebihan dan kesulitan dalam penyembuhan. Kekurangan vitamin ini jarang terjadi, kecuali pada bayi baru lahir dan mereka yang memiliki masalah penyerapan atau metabolisme vitamin, seperti penderita penyakit hati kronis.

5. Vitamin C (asam askorbat)
Vitamin C terutama terdapat dalam buah jeruk, kiwi, melon, limau, jambu biji, sirsak, mangga, stroberi, pepaya, tomat, kubis dan cabai. Vitamin ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan, membantu proses penyembuhan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh (membantu mencegah flu), merangsang sintesis kolagen, menjaga elastisitas kulit, dan menjaga kesehatan tulang, gigi, otot dan tendon. Vitamin C juga berperan sebagai antioksidan dan membantu penyerapan zat besi di usus. Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan sariawan, mimisan, anemia, dan nyeri sendi. Namun, kekurangan vitamin C lebih jarang terjadi dibandingkan kekurangan beberapa jenis vitamin B.  Penderita penyakit kanker dan masalah pencernaan atau mereka yang mendapatkan infus lebih mudah terkena kekurangan vitamin C.
Karena mudah rusak oleh panas dan cahaya, makanan bervitamin C harus disimpan di tempat sejuk dan teduh. Konsumsi vitamin C terlalu banyak dapat membahayakan karena menyebabkan diare dan batu ginjal. Karena vitamin C membantu penyerapan zat besi, dosis sangat tinggi dapat mengakibatkan kelebihan zat besi.

6. Vitamin B1 (tiamin)
Vitamin B1 hadir dalam biji-bijian, jeroan, kacang polong, kacang tanah, kuning telur, beras merah, semua jenis daging, kentang, kubis, kacang hijau, pisang, dan pepaya. Vitamin ini melindungi sistem saraf, merangsang nafsu makan dan berperan dalam fungsi otot dan jantung. Tiamin juga membantu pengolahan karbohidrat, lemak dan alkohol. Kekurangan vitamin B1 menyebabkan penyakit yang disebut beri-beri, di mana penderita tidak dapat memproses karbohidrat dan lemak dengan baik dan mengembangkan berbagai gejala termasuk masalah jantung, saraf, peradangan nyeri sendi dan kurangnya nafsu makan.

7. Vitamin B2 (riboflavin)
Vitamin B2 hadir dalam kubis, susu, keju, kacang polong, telur, beras, wortel, ubi jalar, singkong, tomat, kacang, alpukat, nanas, pepaya, jambu biji, dan mangga. Vitamin ini membantu pencernaan protein, karbohidrat dan lemak dan melindungi kulit dan mata. Kekurangan vitamin B2 dapat menyebabkan penyakit kulit, kesulitan mencerna makanan dan mata merah.

8. Vitamin B6 (piridoksin)
Pisang, alpukat, jeruk, tomat, apel, ayam, ikan, daging, telur, jeroan, kacang tanah dan kedelai adalah sumber vitamin B6 yang penting untuk metabolisme karbohidrat dan asam amino non-esensial. Bakteri pencernaan memproduksi vitamin ini dan sebagian diserap melalui dinding usus. Kekurangan vitamin ini menyebabkan masalah kulit seperti dermatitis seboroik di sekitar mata, hidung dan mulut.

9. Vitamin B12 (sianokobalamin)
Vitamin B12 hadir dalam makanan yang berasal dari hewan (susu, hati, ginjal, otot dan ikan). Vitamin ini berperan dalam fungsi sel, terutama pada sumsum tulang, saluran pencernaan dan sistem saraf, dan dalam produksi sel darah merah. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan anemia, glossitis dan gangguan pencernaan.
Lihat Selengkapnya »»  

Setelah Makan Daging Kambing, Makanlah Belimbing!

Setelah Makan Daging Kambing, Makanlah Belimbing! 

Makan makanan berkolesterol tinggi tentu bikin was was. Menu enak seperti sop dan sate kambing, sup iga, hati masak pedas, juga olahan jeroan jadi menu yang menggiurkan sekaligus menakutkan. Agar kolesterol tetap terjaga, makanlah belimbing!

Belimbing atau carambola merupakan buah segar berbentuk unik. Punya rasa yang manis asam segar dengan kandungan air yang tinggi. Belimbing ampuh untuk jaga kadar kolesterol. Karenanya, belimbing jadi buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang yangmemiliki kadar kolesterol darah yang tinggi.

Menurut www.fooddietary.com, belimbing mengandung pectin yang bisa mengikat kolesterol jahat. Kandungan tersebut yang membuat belimbing diandalkan untuk menurunkan kolesterol. Seratnya yang tinggi juga membantu mencegah penyerapan kolesterol jahat di dalam usus.

Informasi yang dimuat dalam www.nutrition-and-you.com juga menyebutkan jika serat ini juga berfungsi untuk melindungi usus dari zat beracun yang bisa menyebabkan kanker usus. Selain itu, belimbing mengandung protein, mineral, kalsium, potassium, fosfor, vitamin A, B1 dan C. Kalorinya juga sangat rendah, karenanya dianjurkan untuk jadi buah yang dikonsumsi saat diet.

Sayangnya, belimbing tak direkomendasikan untuk dinikmati para penderita penyakit ginjal. Pasalnya, menurut nutritionatc.hawaii.edu, rasa asam belimbing berasal dari oxalate tinggi di dalamnya yang memberikan efek buruk bagi penderita penyakit ginjal.
Lihat Selengkapnya »»