Jika ada yang tanya mahluk apa tercepat di darat, jawabnya adalah
Ceetah. begitu juga di laut, ikan pun ada yang memiliki kecepatan
berenang yang sangat mengagumkan, bahkaan ada yang mampu bergerak di
dalam air dengan kecepatan lebih dari 100 km/jam, ikan apakah mereka,
berikut diantaranya :
1. Sailfish, 110 km/jam

2. Marlin, 80 km/jam

3. Wahoo, 78 km/jam

4. Tunny, 74 km/jam

5. Bluefish tuna, 70 km/jam

6. Great blue shark, 69 km/jam

7. Bonefish, 64 km/jam

8. Swordfish, 64 km/jam

9. Barracuda, 58 km/jam

10. Four-winged flying fish, 56 km/jam
Lihat Selengkapnya »»
Ayam hutan adalah nama umum bagi jenis-jenis ayam liar yang hidup di
hutan. Dalam bahasa Jawa disebut dengan nama ayam alas, dalam bahasa
Madura ajem alas, dan dalam bahasa Inggris junglefowl; semuanya merujuk
pada tempat hidupnya dan sifatnya yang liar.
Ragam Jenis dan penyebarannya ada empat spesies ayam hutan yang menyebar
mulai dari India, Sri Lanka sampai ke Asia Tenggara termasuk Kepulauan
Nusantara. Keempat spesies itu adalah:
1. Ayam hutan merah (Gallus gallus Red junglefowl)

Ayam-hutan merah atau dalam nama ilmiahnya Gallus gallus adalah sejenis
burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 78cm, dari suku
Phasianidae. Ayam betina berukuran lebih kecil, dengan panjang sekitar
46cm. Ayam-hutan jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel
yang panjang meruncing berwarna kuning coklat keemasan dengan kulit muka
merah, iris coklat, bulu punggung hijau gelap dan sisi bawah tubuh
berwarna hitam mengilap.
Dikepalanya terdapat jengger bergerigi dan gelambir berwarna merah.
Ekornya terdiri dari 14 sampai 16 bulu berwarna hitam hijau metalik,
dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. Kaki
berwarna kelabu dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki tidak
bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua kekuningan dengan
garis-garis dan bintik gelap.
Ayam-hutan merah tersebar luas di hutan tropis dan dataran rendah di
benua Asia, dari Himalaya, Republik Rakyat Cina selatan, Asia Tenggara,
hingga ke Sumatra dan Jawa. Ada lima subspesies yang dikenali. Di
Indonesia, subspesies G. g. bankiva ditemukan di Jawa, Bali dan Sumatra.
2. Ayam Hutan Srilangka (Gallus Lafayetii Srilangka junglefowl)

3. Ayam Hutan Kelabu (Gallus Sonneratii Grey junglefowl)
Ayam hutan kelabu atau Gallus sonneratii adalah salah satu dari empat
spesies ayam hutan. Ayam ini berukuran sedang, dengan panjang sekitar
80cm, dari suku Phasianidae. Ayam betina berukuran lebih kecil, dengan
panjang sekitar 38cm.
Ayam hutan jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel berwarna
kelabu berbintik hitam-putih dengan kulit muka merah, bercak putih di
telinga, paruh kuning kecoklatan, iris mata kuning, ekor hitam keunguan
dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah.
Sisi bawah tubuh berwarna kelabu bergaris putih dan kakinya berwarna
kuning kemerahan terang dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki
tidak bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua dengan
bulu-bulu seperti sisik berwarna putih kecoklatan di bagian sisi bawah
tubuh.
Ayam hutan kelabu tersebar dan endemik di hutan tropis bercuaca kering
di India bagian tengah, barat dan selatan. Ayam betina biasanya
menetaskan antara tiga sampai lima butir telur berwarna putih atau putih
kemerahan yang dierami oleh induk betina selama kurang lebih tiga
minggu.
4. Ayam Hutan Hijau (Gallus Varius Green junglefowl)
Ayam hutan hijau adalah nama sejenis burung yang termasuk kelompok
unggas dari suku Phasianidae, yakni keluarga ayam, puyuh, merak, dan
sempidan. Ayam hutan diyakini sebagai nenek moyang sebagian ayam
peliharaan yang ada di Nusantara. Ayam ini disebut dengan berbagai nama
di berbagai tempat, seperti canghegar atau cangehgar (Sd.), ayam alas
(Jw.), ajem allas atau tarattah (Md.).
Memiliki nama ilmiah Gallus varius (Shaw, 1798), ayam ini dalam bahasa
Inggris dikenal sebagai Green Junglefowl, Javan Junglefowl, Forktail,
atau Green Javanese Junglefowl, merujuk pada warna dan asal tempatnya.
Burung yang berukuran besar, panjang tubuh total (diukur dari ujung
paruh hingga ujung ekor) sekitar 60 cm pada ayam jantan, dan 42 cm pada
yang betina.
Jengger pada ayam jantan tidak bergerigi, melainkan membulat tepinya;
merah, dengan warna kebiruan di tengahnya. Bulu-bulu pada leher, tengkuk
dan mantel hijau berkilau dengan tepian (margin) kehitaman, nampak
seperti sisik ikan. Penutup pinggul berupa bulu-bulu panjang meruncing
kuning keemasan dengan tengah berwarna hitam. Sisi bawah tubuh hitam,
dan ekor hitam berkilau kehijauan. Ayam betina lebih kecil, kuning
kecoklatan, dengan garis-garis dan bintik hitam.
Iris merah, paruh abu-abu keputihan, dan kaki kekuningan atau agak kemerahan.
Ayam yang menyukai daerah terbuka dan berpadang rumput, tepi hutan dan
daerah dengan bukit-bukit rendah dekat pantai. Ayam-hutan Hijau
diketahui menyebar terbatas di Jawa dan kepulauan Nusa Tenggara termasuk
Bali. Di Jawa Barat tercatat hidup hingga ketinggian 1.500 m dpl, di
Jawa Timur hingga 3.000 m dpl dan di Lombok hingga 2.400 m dpl.
Sumber
Lihat Selengkapnya »»
Laba-laba memberikan kontribusi tak terhitung untuk ekosistem bumi.
Mereka membersihkan populasi serangga berbahaya, memelihara tanaman dan
hewan penting.
Sutra mereka adalah suatu keajaiban alam, dan dapat dimanfaatkan untuk
aplikasi militer dan industri untuk manusia. Berikut adalah 5 laba-laba
paling mematikan yang pernah dikenal.
5. The Red Back

Laba-laba Redback (punggung merah) ditemukan di seluruh penjuru
Australia. Redback betina biasanya berwarna hitam dengan jejak merah dan
bergaris oranye di punggung.
Laba-laba ini memiliki racun neurotoksik dan bila tergigit dapat
menyebabkan melemahnya otot, mual, muntah dan berkeringat. Yang paling
fatal adalah lumpuh dan menimbulkan kematian.
4. The Funnel-Web

Laba-laba funnel-web juga berasal dari Australia. Funnel-web jantan
berwarna hitam atau coklat mengkilap. Laba-laba ini saat menyerang,
berdiri dengan kaki belakang mereka, memperlihatkan taring mereka.
Mereka juga memiliki racun neurotoksik dan gigtan mereka dapat
menyebabkan produksi air liur berlebihan, berkeringat, kejang, dan
keluar air mata.
3. The Brazilian Wandering

Laba-laba Brazilian Wandering ditemukan di hutan Amerika Selatan. Mereka
gugup dan agresif. Gigitannya sangat menyakitkan karena ia melepaskan
serotonin ke aliran darah korbannya. Serotonin bisa membuatmu mati
seperti terkena overdosis narkoba.
2. The Brown Recluse

Laba-laba kecil ini mempunyai punggung berbentuk biola. Racun Brown
Recluse Spider menyebabkan bentol. Gigitannya juga tidak sakit, namun
jangan salah, bentolan tersebut kemudian akan membusuk dan terlepas dari
bagian tubuh korbannya.
1. The black Widow

Laba-laba ini mungkin adalah yang paling mematikan. Laba-laba hitam
mengkilap ini dapat ditemukan di Amerika Utara. Racun neurotoksik mereka
menimbulkan rasa sakit saat menggigit, dengan dua tanda taring yang
jelas sesudahnya.
Gejala-gejala gigitannya termasuk rasa sakit perut dan punggung, kram
otot perut, gagal pernapasan, tekanan darah tinggi, kegelisahan dan jika
terlampau lama digigit, akan menyebabkan kematian.
Sumber
Lihat Selengkapnya »»
1. HERCULES (Anjing Terbesar)

Anjing raksasa bernama Hercules, pemegang rekor Guinness untuk anjing
terbesar di dunia. Hercules adalah sebuah mastiff Inggris dan memiliki
leher 38 inci dan beratnya 282 Kg. Dengan "cakar ukuran softballs" yang
rakasa tiga tahun jauh lebih besar dan lebih berat dari batas ras
sebagai standar £ 200. Hercules pemilik Mr Flynn mengatakan bahwa berat
Hercules adalah alam dan bukan disebabkan oleh diet yang aneh:
"memberinya makan makanan normal dan ia hanya tumbuh dan tumbuh dan
tumbuh.
2. CHILI (sapi terbesar)

Namanya adalah Chili.lembu raksasa dgn 6ins berdiri di 6 kaki dan
beratnya lebih dari satu ton. Meskipun perawakan yang besar, chili hanya
merumput di rumput pada siang hari dan menikmati kohlrabi sesekali
sebagai makanan lezat.
3. RADAR (Kuda terbesar)

Radar, kuda rancangan Belgia adalah kuda hidup tertinggi di dunia. Kuda
besar ini, 6 kaki kuku 71/disipe ke bahu, ia berada di Mount Pleasant,
Texas. Pada bulan Februari, berat nya mencapai 400 KG , ia memiliki
nafsu makan raksasa , ia dapat melahap 20 galon air sehari dan 18 pon
gandum.
4. BABI (babi terbesar)

Pertanian Provinsi Liaoning Museum menarik Guinness Book of Records
untuk mengakui babi 900 kg (1984 pounds), yang mati 5 Februari sebagai
babi terbesar yang pernah ada.sayang nya babi itu sudah mati,tingginya
adalah 2,5 meter, memiliki ukuran pinggang dari 2,23 meter dan gading
sebesar 14,4 cm panjang. Menurut Xu Changjin, seorang petani dari kota
Wafangdian, babi itu bertahan hidup hanya 5 tahun.
5. GIANT MEKONG CATFISH (ikan air tawar terbesar yang pernah ditemukan)

Giant Mekong Catfish ini adalah ikan air tawar terbesar di dunia. Dengan
hampir sembilan kaki panjang (2,7 meter) dan sebagai besar sebagai
beruang grizzly, ini adalah ikan besar yang tertangkap di Thailand
utara.
6. GIBSON (Anjing tertinggi)

Hercules mungkin merupakan anjing terbesar di dunia, namun yang
tertinggi menurut Guinness World Records adalah Gibson,tingginya lebih
dari 7 kaki ,dan lebih tinggi dari pemain NBA yg paling tinggi di dunia.
7. LIGER (Kucing terbesar)

Jungle Island di Miami adalah rumah bagi Liger (persimpangan sebuah
hibrida antara singa jantan dan harimau betina) bernama Hercules, yang
non-obesitas Liger terbesar. Liger ini diakui oleh Guinness Book of
World Records sebagai kucing terbesar di dunia, dengan berat 900 kg.
8. IKAN PARI (ikan pari terbesar)

ini adalah ikan pari terbesar yang pernah ditangkap.Butuh waktu 90 menit
serta 13 orang pria untuk mengangkatnya.Ditangkap di perairan Thailand.
9.HIU PAUS (hiu terbesar)

whale shark atau hiu paus(Rhincodon typus), adalah hiu pemakan plankton
yang meruapakan spesies ikan terbesar. Hiu ini adalah satu-satunya
anggota dari genusnya Rhincodon dan familinya, Rhincodontidae (disebut
Rhinodontes sebelum tahun 1984), yang masuk kedalam subkelas
Elasmobranchii pada kelas Chondrichthyes. Hiu ini dapat ditemui di
samudera tropis dan hangat dan hidup di laut. Spesies ini dipercaya
berasal sekitar 60 juta tahun yang lalu.
10. ARAPAIMA (Jenis Ikan Air tawar terbesar)

Arapaima, pirarucu, atau paiche (Arapaima gigas) adalah jenis ikan air
tawar terbesar di dunia yang berasal dari perairan daerah tropis Amerika
Selatan. Ikan Arapaima dapat tumbuh maksimal sepanjang 3 meter dan
berat 200 kilogram. Saat ini sudah sangat jarang terdapat arapaima yang
berukuran lebih dari 2 meter karena ikan ini sering ditangkapi untuk
dikonsumsi penduduk atau diekspor ke negara lain.
11. GOLIATH TIGERFISH (Ikan Karnivora Air Tawar Terbesar)

Goliat Tigerfish, adalah sejenis spesies ikan karnivora yang beratnya
mencapai 154 pon (77 kg) dan panjangnya mencapai 5 meter. kan ini
dikenal luas sebagai makhluk ganas dengan gigi tajamnya, dan baru-baru
ini ditampilkan dalam acara dunia binatang baru “Monster River”.Goliath
Tigerfish adalah salah satu dari berbagai jenis ikan besar asli Sungai
Kongo, sebanyak 80 persen dari populasi ikan di sana tidak ditemukan di
tempat lain di dunia.
12. AMY (Kelinci Terbesar)

amy si kelinci muda ini tubuhnya telah melebihi tubuh besar Alice,
ibunya. amy yang kini baru berusia 13 bulan ini panjang tubuhnya telah
mencapai hampir 130 sentimeter, dari ujung hidung hingga belakang
kakinya.Berat amy mencapai 33 kilogram lebih, yang merupakan berat
rata-rata kelinci yang telah berusia lima tahun.Amy mampu menghabiskan
12 wortel, enam apel, dua kubis, dua mangkuk campuran rumput setiap
hari.
Sumber
Lihat Selengkapnya »»