Jumat, 06 April 2012

12 Cara Menjadi Guru yang Baik

Siapkan minimal dua penugasan atau strategi saat mengajar, dijamin siswa akan sibuk sepanjang pelajaran. Cara yang ada di foto ini adalah siswa yang sdah selesai langsung ditunggu oleh tugas yang lain untuk dikerjakan.


Menjadi guru yang baik saat mengajar bukan soal sifat si guru tersebut tapi soal kemampuan mengatur irama pembelajaran. Guru yang sifatnya baik pun akan cepat marah jika muridnya sering berlaku tidak tertib. Salah satu hal yang membuat siswa tertib adalah kesibukan yang bermakna. Membuat siswa bisa sibuk namun tetap bermakna memang tantangan semua guru. Ada guru yang senang memberi soal sulit pada siswanya dengan harapan siswanya sibuk dan waktu mengajar dia tidak dipusingkan oleh masalah perilaku.
Padahal sebaliknya hal tadi hanya terjadi pada siswa yang perilakunya memang sudah baik, sementara anak-anak yang lain akan cepat bosan dan justru membuat ulah karena merasa gurunya memberi pekerjaan sulit tanpa jalan keluar. Karena pekerjaannya sulit membuat anak -anak yang memang sudah bermasalah pada perilaku akan timbul lagi keinginannya untuk membuat keributan dan ujung-ujungnya guru akan merasa gagal dalam mengajar siswanya di hari itu.

Ada beberapa cara untuk membuat jam pelajaran anda berlalu tanpa terasa baik kita sebagai guru maupun siswa sebagai penikmat cara mengajar dan perencanaan mengajar kita.
  1. rencanakan dalam seminggu perencanaan mengajar anda
  2. selalu update rencana pengajaran anda setelah dan sebelum mengajar
  3. tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi
  4. rencanakan pengajaran anda dalam team, jika tidak mungkin konsultasikan formal dan informal RPP anda pada rekan sesama guru.
  5. masuk kelas lebih awal bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.
  6. pikirkan 3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai tetap punya kegiatan
  7. saat mengajar sempatkan memotivasi siswa. memotivasi itu bukan memuji karena memotivasi anda perlu mendalami karakter anak yang anda ingin motivasi
  8. tebarkan senyum pada seisi kelas
  9. ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar
  10. berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit
  11. minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai
  12. kurangi gaya  ‘one man show’ saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa. Biarkan siswa juga berbicara di kelas, berbagi mengenai strateginya dalam mengerjakan soal yang anda berikan.      Sumber :  http://gurukreatif.wordpress.com/2012/01/12/12-cara-menjadi-guru-yang-baik/
Lihat Selengkapnya »»  

Sepuluh ciri guru profesional

1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.

2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.

3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa  mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.

4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif,  membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.

5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi  panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.

6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.

7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga  memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.

8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.

9. Selalu memberikan yang terbaik  untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan  mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.

10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.

Sumber :  http://gurukreatif.wordpress.com/2009/11/06/10-ciri-guru-profesional/
Lihat Selengkapnya »»  

Google dan Pendidikan


Google tidak akan pernah menyaingi guru, tapi guru yang ‘gaya mengajarnya itu-itu saja’, akan dikalahkan Google

Google makes us stupid. Sebuah kata-kata yang membuat saya yang berprofesi sebagai guru terhenyak. Betapa tidak sebagai mesin pencari, google telah banyak berjasa dalam membuat diri saya kreatif sebagai guru. Memang sebagai  alat bantu kita mesti  bijaksana menempatkan teknologi sebagai alat bantu,bukan malah menjadi ketergantungan. Urusan guru masa kini bukan perihal minta siswa mencari pengetahuan, biarlah itu jadi urusannya google

Beberapa hal yang menjadi catatan saya saat guru berinteraksi dengan google antara lain
  • Google akan kalahkan saya sebagai guru, jika siswa saya dikelas saya suruh menghapal fakta
  • Padahal yang dibutuhkan dari anak2 kita sekarang adalah kemampuan ‘mengunyah’ informasi, lalu menuliskannya dengan bahasa sendiri
  • Maklum di jaman ‘google’ jadi raja sekarang ini, anak (dan kita juga) senangnya kopi paste bulat-bulat
  • ‘copy paste’ bulat-bulat yang dimaksud adalah ketika seorang anak kelas 4 menggeleng tidak tahu saat ditanyakan kembali arti tulisan yang dia tulis
  • Artinya anak tersebut benar2 hanya copy dan paste dari internet (baca google) kemudian dimasukkan ke dalam tugasnya
  • Minta siswa bertanya pada kita sebagai gurunya, semua hal yang google tidak tahu karena biarlah google yang membantu siswa saat mereka bertanya ‘kapan’, ‘siapa’, ‘dimana’mengenai topik pelajaran yang diajarkan
  • Urusan guru masa kini bukan perihal minta siswa mencari pengetahuan, biarlah itu jadi urusannya google
  • Jika guru senang cari info apa saja di google, ia juga mesti bisa ajarkan cara googling yang efektif pada siswanya
  • Guru abad 21 lebih suka melatih siswanya bertanya karena google membuat kegiatan mencari jawaban jadi lebih mudah
  • Hemat waktu siswa anda yang berharga, ajari mereka mencari info yang dengan efektif di Google
 
Sumber : http://gurukreatif.wordpress.com/

Lihat Selengkapnya »»  

Bagaimana Menjadikan Siswa Berpikir Kritis, Kreatif, dan Akhirnya Problem Solver?



Pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa. Saat ini pembelajaran berorientasikan pada keaktifan siswa dalam pembelajaran, dimana siswa yang aktif dapat berpikir kritis, kreatif, dan akhirnya problem solver. Hal ini menjadi tantangan bagi guru bagaimana menjadikan siswa dapat berpikir kritis, kreatif dan pada akhirnya problem solver yang nantinya akan berguna terutama bagi siswa itu sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Menjadikan siswa berpikir kritis berarti menjadikan siswa untuk dapat berpikir secara cepat, rasional, sistematis,dan cepat tanggap dalam menghadapi masalah. Selain itu siswa juga dapat mengolah informasi yang ia peroleh sehingga akan berguna bagi siswa untuk memecahkan suatu masalah. Untuk menjadikan siswa berpikir kritis maka pembelajaran yang dilakukan bukan hanya memberikan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan siswa tetapi juga diperlukan pengajaran sifat, sikap, nilai dan karakter yang menunjang anak untuk dapat berpikir kritis. 

Mejadikan siswa kreatif berarti menjadikan siswa untuk dapat berpkir dan menciptakan sesuatu yang berbeda dari biasanya berdasarkan data, informasi dan unsure-unsur yang telah ada sebelumnya, namun masih dapat diterima dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitaranya. Dalam hal ini kreatif berbeda dengan kecerdasan. Kecerdasan lebih pada pemikiran yang memusat, sedangkan kreatif lebih kepada pemikiran yang menyebar. Siswa yang kreatif belum tentu dia adalah siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi karena kreativitas dipengaruhi oleh factor kogitif, kepribadian, motivasi, dan lingkungan yang perlu dikembangkan oleh orang tua dan guru, sedangkan kecerdasan ditentukan oleh factor gen meskipun tidak memungkiri bahwa dalam suatu kreativitas dibutuhkan tingkat kecerdasan yang tinggi pula. Cara untuk menjadian anak kreatif yaitu dengan cara Memilih pola asuh yang tepat, menghargai karya anak, memberi tantangan kepada anak, komunikasi yang baik dengan anak 

Menjadikan siswa problem solver berarti menjadiakan siswa untuk dapat memecahkan masalah secara cepat, tepat dan logis. Pembelajaran yang menekankan pada problem solver merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pemberian masalah pada siswa untuk dipecahakan secara cepat, tepat dan logis yang melibatkan aspek mental dan intelektual siswa. Siswa problem solver akan dapat berpikir secara kritis dan kreatif dalam memecahakan masalah yang ia hadapi namun siswa yang kreatif dan berpikir kritis belum tentu siswa yang problem solver karena problem solver merupakan tingkatan yang tinggi dari pembelajaran yang dilakukan yang mencakup berpikir kritis dan kreatif untuk memecahaan masalah. Langkah pelaksanaan problem solver meliputi memahami masalah atau problema, mengumpulkan keterangan atau data, merumuskan hipotesis, menilai atau mengkaji hipotesis, mengadakan eksperimen, membentuk kesimpulan.

Dengan demikian berpikir kritis, kreatif, dan problem solver adalah hal yang saling berkaitan, dimana siswa yang problem solver akan dapat berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Untuk menjadikan siswa dapat berpikir kritis, kreatif dan problem solver perlu adanya peran serta orang tua, guru dan lingkungan sekitar siswa. Peran yang dilakukan adalah sebagai fasilitator dan motivator terhadap perkembangan siswa dalam berpikir kritis, kreatif yang akhirnya akan menjadi siswa problem solver. 

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/05/bagaimana-menjadikan-siswa-berpikir-kritis-kreatif-dan-akhirnya-problem-solver/
Lihat Selengkapnya »»  

12 Cara Membuat Siswa di Kelas Menjadi Siswa yang Kreatif


1. Minta siswa mengajarkan siswa lainnya sebagai bagian dari strateg
belajar


2. Latih siswa untuk berpendapat dengan jelas dan lancar, sebagai cara
membuat siswa percaya diri di depan teman


3. Biasakan siswa untuk bisa berpartisipasi dalam kelompok


4. Buat kegiatan di kelas agar siswa bisa berpikir mandiri sekaligus
menjadi pemecah masalah


5. Siapkan penugasan bagi siswa yang di ujung penugasannya siswa diminta
mengekspresikan diri secara kreatif bisa dengan drama, komik atau hal
lain yang menuntut siswa kreatif


6. Sering-seringlah meminta siswa bekerja sama dalam kelompok agar mereka
terbiasa bekerja sama dengan orang lain


7. Sering-sering memberi penugasan yang kreatif misalnya daripada sekedar
meminta siswa merangkum isi buku, lebih baik meminta siswa mendisain
ulang covernya


8. Mengikut sertakan ‘suara’ siswa dalam perencanaan pengajaran. Dengan
demikian siswa biasa mengungkapkan pikiran dan berani mengungkapkan
pendapat.


9. Saat membahas sesuatu di kelas, sering2 lah bertanya, “apa yang
terlintas dipikiranmu ketika mendengar kata……”


10.Berikan pekerjaan rumah yang berkualitas pada siswa, bukan yang
sekedar membuat siswa pusing. Misalnya daripada meminta siswa
mengerjakan soal pilihan ganda, lebih baik meminta siswa melakukan
wawancara, memotret gambar lewat hp kemudian memberikan komentar dan
banyak kegiatan lainnya yang membuat siswa tertantang.


11.Memperbanyak diskusi dan interaksi antar siswa di kelas, mengurangi
ceramah dan komunikasi satu arah di kelas, hanya dari guru pada siswa.
12.Menciptakan budaya menjelaskan di kelas, bukan sekedar menjawab yang
betul. Artinya jika ada siswa yang menjawab betul minta ia menjelaskan
alasannya dengan demikian siswa yang lain bisa terbantu dalam berusah
untuk mengerti.

Ke 12 cara di atas sudah saya praktekan di kelas, hasilnya siswa menjadi senang belajar, hubungan guru dan siswa juga menjadi semakin demokratis. Siswa akan menganggap gurunya adalah seorang yang mau mendengar dan juga orang yang senang belajar. Salah satu ciri individu yang kreatif adalah senang belajar, semoga tips di atas bisa membantu anda. Punya tips lain yang terbukti ampuh membuat siswa menjadi semakin kreatif? yuk berbagi lewat komentar 


Sumber :  http://san-sman10tangsel.blogspot.com/2012/02/12-cara-membuat-siswa-di-kelas-menjadi.html
Lihat Selengkapnya »»  

10 Rahasia menjadi siswa berprestasi

Mau tahu apa rahasia para pelajar berprestasi? Ini dia rahasianya:

1. Jadilah seorang pemimpin. Latihlah rasa tanggung jawabmu.
Apabila guru meminta bantuanmu untuk mengerjakan sesuatu misalnya membersihkan kelas, jangan ragu untuk menerimanya. Ajak beberapa teman kelas dan pimpin mereka untuk membersihkan kelas bersama-sama.

2. Mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
Jawablah setiap pertanyaan yang diajukan oleh guru apabila kamu mengetahui jawabannya. Jangan menunggu guru untuk memanggil kamu untuk menjawab pertanyaan.

3. Jangan malu untuk bertanya.
Selalu ajukan pertanyaan kepada guru apabila tidak mengerti tentang sesuatu hal.

4. Kerjakan PR dengan baik, jangan selalu mencari alasan untuk tidak mengerjakannya.
Jangan malas mengerjakan PR dengan alasan lupa atau menunda-nunda mengerjakannya. Enak kan kalau kita cepat mengerjakan PR, jadi masih punya banyak waktu untuk bermain dan nonton TV deh!

5. Setiap pulang dari sekolah, selalu mengulang pelajaran yang tadi diajarkan.
Nanti sewaktu ada ulangan jadi tidak banyak yang harus dipelajari! Asyik!

6. Cukup istirahat, makan dan bermain.
Semuanya dilakukan secara berimbang. Setelah pulang sekolah, kita sering ingin cepat-cepat bermain dan melupakan segala hal penting lainnya, contohnya makan dan istirahat. Padahal setelah seharian di sekolah, tak terasa badan kita membutuhkan masukan energi tambahan yang bisa didapatkan dari istirahat dan makanan yang kita makan. Oleh karenanya kita harus dapat membagi waktu untuk makan, istirahat dan bermain. Kalau semuanya dilakukan dengan baik, badan jadi segar setiap hari! Jadi tidak sering mengantuk di kelas!

7. Banyak berlatih pelajaran yang kurang disuka.
Apabila kamu tidak menyenangi suatu mata pelajaran, contohnya matematika, maka banyak-banyaklah berlatih, mengikuti kursus atau belajar berkelompok dengan teman. Sehabis belajar bisa bermain dan menambah teman baru di tempat kursus. Selain itu, siapa tahu dari kurang menyukai matematika, kalian malahan menyukainya.

8. Ikutilah kegiatan ektrakurikuler yang kamu senangi.
Cari tahu kegiatan apa yang cocok dan kamu suka. Contohnya apabila kalian suka pelajaran tae kwon do, cobalah untuk mengikuti kursus dari kegiatan tersebut, sehingga selain belajar pelajaran-pelajaran yang diajarkan di sekolah, kalian juga dapat mendapatkan pelajaran tambahan di luar sekolah.

9. Cari seorang pembimbing yang baik.
Orangtua adalah pembimbing yang terbaik selain guru. Apabila ada yang kurang jelas dari keterangan guru di sekolah, kalian dapat menanyakan hal tersebut kepada orang tua. Selain itu, kalian juga dapat belajar dari teman yang berprestasi.

10. Jangan suka mencontek teman.
Kalau mencontek, kamu bisa bodoh karena tidak berpikir sendiri. Lagipula belum tentu, teman yang kamu contek itu menjawab pertanyaan dengan benar. Belum lagi kalau ketahuan guru dan teman lain, malu kan? Kalau kamu rajin belajar, pasti bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar sehingga ulangan dapat nilai baik.
Lakukan dan jangan tunda lagi!, karena kamu berada di jalur pelajar berprestasi.
Semoga berhasil ….

Sumber :  http://sucisetiawati18.wordpress.com/2012/03/23/10-rahasia-menjadi-siswa-berprestasi/
Lihat Selengkapnya »»